Tafsir surah al-Humazah (pengumpat)
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
1. Kecelekaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya
3. Dia mengira bahawa hartanya itu dapat
mengekalkannya.
4. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar
akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
6. Yaitu api yang disediakan Allah yang dinyalakan.
7. Yang sampai ke hati
8. Sesunguhnya api itu ditutup rapat atas mereka
9. Sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang yang
panjang.
Surah ni diturunkan waktu peringkat dakwah yang
pertama, di mana moral manusia dalam keadaan yang
terhina dan tercela. Manusia masa tu gilakan harta,
sampai hartanya menguasai jiwanya. Mereka anggap siapa
yang ada harta, dialah yang mulia dan ada kekuatan
dari segi fizikal (jumlah hamba yang bekerja untuknya
ramai), sehingga kekuatan2 lain akan tunduk padanya.
Jadi dia sibuk dok hitung-hitung hartanya, dan selalu
berangan-angan jahat dengan wangnya untuk merendahkan
martabat orang lain, tabur fitnah ikut suka hatinya,
mencemuh, mengata orang lain dan tak hargai mereka.
Dia anggap wang tu sebagai tuhannya, sehingga mautpun
baginya dapat ditolak dengan wang, dan segala azab dan
balasannya di akhirat nanti (kalaupun dia percaya
adanya hari Pembalasan kelak) dapat ditolak dengan
duitnya.
Nilah suatu bentuk yang hina dan keji bagi manusia
bila jiwanya kosong dan haus dari iman.
Islam melarang tipu-menipu, mengumpat, mengata,
mencemuh dan seumpamanya. Dalam Al-Quran dah tersaji
kutukan terhadap perbuatan2 ni, dan juga ancaman keras
lagi menakutkan telahpun diturunkan di dalam al-Quran.
Ancaman2 ni merupakan bukti-bukti kiamat, dan
menggambarkan azab secara fizikal dan psikologi,
sementara neraka diterangkan secara abstrak dan
konkrit. Mereka yang sombong dan terpedaya dengan
harta masing2 akan dibiarkan jatuh ke dalam Huthamah,
api yang akan menghancurkan segala apa yang
dilontarkan oleh Allah ke dalamnya. Api itu ditutup
rapat ke atas mereka yang dilempar, dan mereka akan
dibakar di dalamnya. Takde siapa pun yang boleh
selamatkan mereka, dan mereka pun tak boleh keluar
dari situ. Mereka diikat pada tiang-tiang yang
panjang, macam binatang yang dicincang dan diikat
pada batang kayu dan dibakar atas unggun api.
Perkataan2 yang digunakan dalam surah ini emphasize
tekanan keras, seperti:
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar2 akan
dilemparkan ke dalam Huthamah itu….Dan tahukah kamu
apa Huthamah itu? Yaitu api yang disediakan oleh Allah
yang dinyalakan.
Bentuk umum, samar dan pertanyaan yang intimidating
dan kemudian dijawab dengan keras adalah bentuk yang
luas jangkauannya.
Al-Quran telah sediakan peristiwa2 dakwah kepada
kita.Ia adalah senjata yang dapat mematahkan segala
tipu daya dan perancangan musuh-musuh Allah dan
menggoncangkan hati mereka, di samping memantapkan
semangat orang-orang Mukmin.
Kesimpulan surah:
Bencilah kemerosotan moral dan celalah jiwa yang rosak
mentalnya.
Jagalah jiwa orang Mukmin agar tak dipenuhi kehinaan
dan sikap merendahkan orang lain. Allah melihat segala
apa yang mereka buat. Surah ini memberi jaminan untuk
mengangkat jiwa mereka dan meninggikannya dari tipu
daya orang2 jahat.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment